Jum’at, 20 Maret 2020 Pembinaan ASN oleh Bapak Kakanwil Propinsi Sumatera Barat H. Hendri, S.Ag, M.Pd bertempat di MTsN Kota Solok yang dihadiri oleh Plt. Kemenag Kota Solok, Kasi Penmad, Kepala Madrasah dan seluruh Tenaga Pendidik dan Kependidikan di lingkungan Kementerian Agama Kota Solok.

Acara di buka oleh protokol, yang kemudian dilanjutkan kata sambutan oleh Plt. Kemenag Kota Solok Bapak Drs. H. Marjanis, M.Pd, beliau memaparkan berbagai prestasi yang telah diraih oleh madrasah terutama Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Solok (MIN) yaitu telah berhasil meraih Juara I Lomba Matematika se-Kota Solok dan berbagai prestasi lainnya, beliau berharap madrasah lain termotivasi untuk meningkatkan prestasi yang telah diraih.

Kemudian dilanjutkan Pembinaan dan pengarahan oleh Bapak Ka.Kanwil Prop. Sumbar H. Hendri, S.A, M.Pd. Beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada MTsN Kota Solok yang telah memfasilitasi pertemuan dengan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan yang ada dilingkungan Kementerian Agama Kota Solok, dengan harapan pertemuan ini semakin menguatkan hubungan silaturrahim antar ASN di Kementerian Agama, terutama di Kota Solok.

Selanjutnya, beliau memaparkan bagaimana mewujudkan madrasah hebat bermartabat. Terdapat 5 komponen yang merupakan satu kesatuan yang utuh, yaitu: 1. Pendidik/ Guru. Berdasarkan Undang-undang No. 20 tahun 2003 menyatakan bahwa guru adalah tenaga profesional yang bertujuan mendidik, melatih dan mengajar merupakan proses transformasi ilmu. Mendidik merupakan suatu usaha untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan baik secara jasmani meupun rohani. Oelh karena itu mendidik dikatakan sebagai upaya pembinaan pribadi, sikap mental dan akhlak anak didik dari berperilaku tidak baik menjadi baik atau istilah lainnya memanusiakan manusia. Sebagai pendidik, guru harus memaksimalkan 4 kompetensi, yaitu kompetensi profesional (kemampuan seorang guru dalam mengelola proses belajar mengajar), kompetensi pedagogik (kemampuan guru dalam memahami proses pembelajaran), kompetensi sosial (kemampuan guru sebagai pendidik untuk berkomunikasi dan berinteraksi yang baik dengan warga sekolah maupun warga dimana guru berada), kompetensi kepribadian (kompetensi seorang guru untuk dapat menunjukkan sikap dan kepribadian yang baik). Kalau keempat ini dapat tercapai, maka tentu akan terwujudnya madrasah hebat bermartabat.

Saat ini Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan KPPL (Komunitas Penggiat Penggerak Literasi) disetiap daerah. Harapan dari kegiatan ini, guru dapat memaksimalkan potensi membaca dan menulis sehingga nantinya mampu menerbitkan buku baik itu fiksi atau non fiksi hasil karya sendiri. Buku yang telah diterbitkan tentunya akan membantu guru dalam menambah Angka Kredit dalam peningkatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). 2. Peserta Didik. Bila peserta didik hebat, maka madrasahnya pun akan hebat, artinya madrasah hendaknya bisa lebih selektif dalam menerima peserta didik. Keadaan saat ini, siswa yang diterima di madrasah jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah siswa ketika masuk untuk mendaftar, hal ini berarti daya tampung sedikit sedangkan peminatnya banyak. Ini memberikan sinyal bahwa masyarakat memberikan kepercayaan yang tinggi terhadap madrasah. Dan bagi madrasah tentunya perlu seleksi lebih ketat lagi dalam menerima siswa sehingga siswa yang masuk benar-benar siswa yang berkualitas. Contoh salah satu program penerimaan siswa baru, hanya menerima siswa ranking 10 besar ditambah siswa berprestasi baik dari MTs dan SMPDengan demikian, madrasah berprestasi dapat kita raih