MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH MELALUI LOKAKARYA
Oleh: Hersanti Arnita

Tahun ajaran baru akan segera dimulai. Berbagai persiapan dilakukan. Salah satunya dengan melaksanakan lokakarya. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh unsur sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi atau panduan kepada tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah tersebut agar dapat memecahkan masalah dan menemukan solusinya.

Adapun tema yang biasa dimunculkan dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan evaluasi diri madrasah beserta stakeholder didalamnya. Secara umum, tema kompetensi dan profesionalitas terkait tugas dan jabatan menjadi topik utama dalam setiap kegiatan lokakarya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

Pelaksanaan kegiatan ini dipandu oleh nara sumber, baik itu dari pihak sekolah ataupun dari luar sekolah seperti Pengawas Provinsi, LPMP ataupun dari Balai Diklat Keagaamaan. Dalam hal ini nara sumber sangat membantu tercapainya tujuan dari pelaksanaan lokakarya tersebut. Ibaratnya kehadiran nara sumber dapat memberikan pencerahan sesuai dengan kebutuhan tema yang diminta oleh pihak sekolah. Sehingga ilmu yang disampaikan terasakan manfaatnya oleh peserta lokakarya.

Mengevaluasi program yang telah berjalan pada tahun sebelumnya dan merencanakan atau merevisi program pada tahun berikutnya merupakan pokok bahasan dalam kegiatan lokakarya. Setelah satu tahun berjalan, pastilah banyak permasalahan atau kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah. Baik itu berkaitan dnegan kesiswaan, pelaksanaan proses pembelajaran atau sarana dan prasarana. Diharapkan solusi dari permaslahan tersebut dapat dirumuskan yang kemudian dituangkan dalam bentuk komitmen dan peraturan yang berlaku sekolah.

Sebagai contoh, kalau selama ini sekolah sulit memberikan keputusan atas hukuman terhadap siswa yang melanggar aturan sekolah seperti siswa yang sering cabut dalam proses pembelajaran. Atau mungkin terhadap siswa yang sering terlambat, dan berbagai persoalan lain berkaitan dengan masalah kesiswaan. Masalah-maslaah ini diungkapkan dalam forum ini, kemudian disepakati solusi terbaik yang tidak merugikan siswa, orangtua, guru dan pihak sekolah. Kesepakatan yang telah dibuat itu kemudian dituangkan kedalam peraturan kesiswaan dalam bentuk tata tertib siswa.

Begitupun dalam pelaksanaan proses pembelajaran. PBM yang berkualitas tentunya memberikan hasil pembelajaran yang memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari tercapainya tujuan pembelajaran yang telah tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Setiap tenaga pendidik, diwajibkan mempersiapkan perangkat pembelajaran diawal tahun pelajaran. Perangkat pembelajaran tersebut berisi program tahunan, program semester, silabus, analisis alokasi waktu, penetapan KKM, pemetaan kompetensi dan teknik penilaian, serta RPP. Perangkat pembelajaran membantu guru untuk fokus dan lebih terarah dalam menyajikan pelajaran kepada peserta didiknya.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh menteri pendidikan dengan istilah “merdeka belajar” guru diberikan kebebasan dalam mengatur tanggungjawabnya. Dengan demikian guru leluasa dalam merancang proses pembelajaran di kelsnya.

Perubahan yang begitu berarti terletak pada format penulisan RPP. Dalam RPP “merdeka belajar”, poin yang harus ada yaitu identitas, tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian. Ditinjau dari pelaksanaan dan administrasi akan terasa lebih efektif dan efisien, yang hasil akhirnya hanya menjadi satu lembar saja. Kebijakan ini sangat membantu guru sehingga lebih mudah dalam menyajikan pelajaran.

Evaluasi perangkat pembelajaran yang telah dibuat guru merupakan tugas kepala sekolah. Kepala sekolah wajib menelaah dan memberikan koreksi guna penyempurnaan. Bukan hanya sekedar menandatangani setiap bagian dari perangkat pembelajaran tersebut.

Begitu pula halnya dengan program sarana dan prasarana sekolah. Sebagaimana kita tahu, kelengkapan sarana sangat membantu terlaksananya program lainnya, baik itu program kesiswaan ataupun kurikulum guna meningkatkan kualitas pendidikan. Sarana dan prasarana yang lengkap memberikan ruang belajar yang aktif dan kondusif bagi siswa. Dengan demikian diharapkan siswa lebih nyaman berada di sekolah, dan termotivasi meningkatkan kualitas belajarnya.

Sekolah merupakan wadah bagi para siswa untuk menempa ilmu, mencerdaskan individu, dan mengembangkan potensi siswa. Maka sudah selayaknya sekolah menyediakan tempat untuk kebutuhan tersebut.

Jika setiap permasalahan dibicarakan untuk dicarikan solusinya, maka tentu akan memperlancar kegiatan disekolah sekaligus membantu penegakan aturan yang telah dibuat. Bahkan dengan mengusung kegiatan-kegiatan atau program-program yang direncanakan akan lebih mudah dalam pelaksanaannya di masa yang akan datang.

Komitmen dari seluruh peserta untuk benar-benar akan menjalankan apa yang sudah diputuskan dalam lokakarya sangat menentukan hasil. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya mutu sekolah dan dirasakan seluruh unsur sekolah, terutama orang tua siswa.

Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa lokakarya merupakan salah satu kegiatan yang cukup ampuh dalam upaya peningkatan mutu suatu sekolah/ madrasah. Pada akhirnya sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak yang terkait sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Oleh: Hersanti Arnita